MATACYBER.COM | CILEGON — Kebijakan tegas Walikota Cilegon, Robinsar, yang meminta seluruh sekolah di wilayahnya untuk menghapus agenda study tour dan perpisahan atau wisuda akhir tahun ajaran, menuai dukungan luas dari masyarakat, khususnya para orang tua dan sejumlah lembaga pemerhati pendidikan.
Langkah ini tertuang dalam Surat Edaran Walikota Cilegon Nomor 497 Tahun 2025 tentang Larangan Pelaksanaan Perpisahan dan Study Tour bagi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA.
Salah satu bentuk dukungan datang dari Ketua Education Watch (ECW) Cilegon sekaligus Ketua Umum LSM Barisan Masyarakat Peduli Pembangunan (BMPP), H. Deni Juweni. Ia menyatakan apresiasinya terhadap terbitnya surat edaran tersebut.
“Kami sangat mendukung kebijakan yang diambil oleh Walikota Cilegon dan mengapresiasi larangan pelaksanaan study tour, khususnya bagi siswa tingkat bawah seperti PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA,” ungkap H. Deni.
Menurutnya, kebijakan ini menunjukkan kepedulian Walikota terhadap kondisi ekonomi para orang tua siswa, yang saat ini menghadapi berbagai tantangan. Dengan ditiadakannya kegiatan study tour dan perpisahan yang cenderung bersifat konsumtif, beban biaya tahunan yang biasa dikeluarkan orang tua bisa berkurang secara signifikan.
H. Deni Juweni juga berharap agar ke depan Pemerintah Kota Cilegon, melalui kepemimpinan Walikota Robinsar, terus melahirkan kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap kebijakan positif seperti ini terus dilanjutkan dan dikembangkan demi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan warga Cilegon,” tutupnya. (*/Red)