MATACYBER.COM | CILEGON – Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Cilegon menyelenggarakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II di Aula DPRD Kota Cilegon pada Senin, 24 Maret 2025.
Kegiatan ini mengusung tema "Menyatukan Langkah Menyongsong Transformasi Masa Depan" dan bertujuan untuk mengevaluasi program kerja sebelumnya serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Acara ini dihadiri oleh Asisten Daerah (Asda) I Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, ST, MM, yang mewakili Wali Kota Cilegon, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Cilegon, Rahmatullah, beserta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ahmad Aziz Setia Ade Putra menegaskan bahwa Pergunu memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru NU yang telah berkontribusi dalam membentuk generasi penerus yang berilmu, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi.
"Pemerintah Kota Cilegon mendukung penuh Pergunu dalam upayanya meningkatkan mutu pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Transformasi digital di dunia pendidikan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para pendidik untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif," ujarnya.
Ia berharap Pergunu terus menjadi pelopor dalam menciptakan pendidikan bermutu yang berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.
"Dengan inovasi dalam metode pembelajaran dan penguatan kompetensi guru, Pergunu diharapkan semakin berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul di Kota Cilegon," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Pergunu Kota Cilegon, Suroji, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa Rakercab II merupakan agenda wajib dalam setiap periode kepengurusan untuk mengevaluasi dan menyusun program kerja ke depan.
"Rakercab II ini menjadi momen penting untuk merumuskan program kerja yang tidak hanya realistis, tetapi juga inovatif dan mampu menjawab tantangan zaman. Kami ingin memastikan bahwa guru-guru NU di Kota Cilegon siap menghadapi era digitalisasi dengan berbagai pelatihan dan strategi pembelajaran berbasis teknologi," tutur Suroji.
Ia juga mengakui bahwa tantangan terbesar dalam era digital adalah adaptasi para guru terhadap teknologi.
"Oleh karena itu, Pergunu Kota Cilegon berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme para pendidik melalui berbagai program pelatihan dan workshop," pungkasnya.
Rakercab II Pergunu Kota Cilegon ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan dan program yang berdampak nyata bagi dunia pendidikan di Kota Cilegon. Dengan kolaborasi yang kuat antara Pergunu, lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah, diharapkan sistem pendidikan yang lebih maju dan berdaya saing dapat terwujud. (Henz)